Sabtu, 16 April 2016

Petualangan Semu Seorang Mahasiswa

Ia
Ia tak mau berfikir luas karena tertutupi oleh hasrat yang ia dapat dari lingkungan yang belum tentu benar arahnya yang terlanjur merasuki pemikirannya tanpa ia sadari ia telah berfikir dan bergerak distu-situ saja tanpa mengembangkan diri bahkan telah tergolong seorang fanatik buta, merasa ia dan golongannya yang paling benar serta merta yang berbeda dan diluar dirinya salah tak ada sedikitpun nilai benarnya.

Bagi kekuasaan didalam kampus adalah segala-galanya karena akan membuat dihargai lebih tinggi oleh mahasiswa-mahasiswi dosen dan semua-semua bahkan yang ada diluar kampus, menjadi ketua atau kepala bagian adalah keharusan untuk didapatkan bahkan bersedia menunda kelulusan asalkan sempat jadi raja kampus,fakultas,jurusan.

Padahal tanpa ia sadari banyak tempat dan ruang-ruang didalam kampus yang belum ia selami karena sibuk di satu lubuk yang ia merasa nyaman didalamnya sehingga hilanglah niatan mencari yang lebih menantang dan seru lainnya. Tanpa ia sadari bahwa ia harus tetap menamatkan kuliahnya karena orangtuanya menanti kelulusannya, kalaupun ia ada kegiatan setidaknya itu adalah kegiatan yang menjanjikan setidaknya membuat mandiri tidak minta uang kepada orangtua lagi kalau memang ingin lama lulus, jangan berjuang lulus di saat menuju di DO kan membuat sulit sendiri,

Memang tak ada yang salah dengan keinginan untuk merasakan menjadi raja kampus,fakultas,jurusan tetapi jangan terlalu serakah untuk mengambil semua-semuanya satu jabatan sebagai ketua mungkin sudah lebih dari cukup, lalu tamatkan kuliah jadilah pemimpin sebenarnya, dari yang paling bawah Lurah kemudian Camat, naik lagi Walikota atau Bupati, naik lagi Gubernur atau menteri, DPR RI atau Presiden kalau memang merasa berkapasitas dan layak untuk memimpin, dan bisa juga berada diluar itu semua menjadi CEO perusahaan malah bisa membuat perusahaan sendiri tentu merintisnya lebih baik jika dari sekarang ketika masih berstatus mahasiswa.

Atau jika merupakan bagian besar dari mahasiswa penyuka penikmat socmed maka kenapa tak diseriuskan seperti Bayu Skak, Raditya Dika, Skinny Indonesia , Chandra Liow dan semua orang-orang yang sukses dan memimpin di bidangnya masing-masing. Kembali mengingat yang pernah aku tulis ditulisan terdahulu bahwa tak selalu orang menjadi apa yang sesuai dengan gelar kuliahnya tapi adalah apa yang ia tekuni.

Jadilah dirimu sendiri, sadarilah mana yang hanya petualangan semu mana yang benar-benar harus kamu tekuni agar sukses.
Salam Bahagia Salam Pencerdasan Salam Berbagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar