Sabtu, 23 April 2016

Cerita Sedih di Sore nan Sendu


Sore ketika adik kecilku datang pulang dari sekolahnya ia terlihat senang beberapa saat lalu beristirahat dan menikmati istirahat dari perjalanan sekolahnya, namun tak dinyana teryata ada barang yang merupakan salah satu dari kesayangannya hilang entah kemana, ia terlihat pusing kami membantu namun tak kunjung terlihat si barang tersebut.

Lalu kami kesekolahnya mencari di kelasnya kesana kemari seperti mencari jarum didalam tumpukan-tumpukkan jerami tak terlihat nan sulit di jangkau, bertanya aku padanya adikku ingat-ingatlah lagi lalu ia ingat kerumah temannya temannya berkata ia melihat salah teman lainnya memegang terakhir kali sebelum barang tersebut sirna dari pandangan.

Kami ajak temannya yang memberi tahu tadi untuk ikut mencari dimana kiranya barang itu raib dari tas adikku, kira-kira jam 1 sore hari namun panas terik terasa sekali diiringi debu yang membuat suasana semakin melelahkan, setelah bertemu dan di lakukan segala usaha dengan teman yang sangat disangkakan karena ialah menurut para saksi 1 orang terakhir dekat dan memegang barang tersebut sebelum raib.

Mukaku muka adikku dan temannya yang ikut mencari sudah tak tahu lagi bagiamana bentuk rupanya diterpa panas debu lelah dan pikiran yang mengawang bercampur kuputuskan untuk pulang namun sebelumnya terlebih dahulu mengantar teman adikku yang telah sudi menemani kami mencari titik terang raibnya barang adikku.

hikmah yang dapat diambil dari kejadian ini, teringat kata-kata kakekku bahwa kehilangan barang kecil pertanda untuk berhati-hati agar tak hilang barang yang lebih besar dan lebih mahal harganya, juga sebagai teguran agar lebih berhati-hati dan bersedekah yang lebih banyak lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar