Jumat, 08 April 2016

Hujan....

Hujan datang
Hujan adalah berkah yang turun dari langit, banyak tanaman yang hampir mati jadi tumbuh subur, banyak lahan kekeringan jadi subur kembali, banyak sumur yang kering jadi berisi, banyak kendaraan, pakaiann yang bisa di cuci dalam jumlah besar saat hujan turun dari langit ke bumi, bahkan orang-orang yang kekurangan air bersih sangat bersyukur menadahi hujan yang dinanti-nantikan turunya,

Hujan saat membasahi bumi banyak orang menikmatinya bahkan mandi hujan, tapi tak sedikitpula yang kebingungan seperti orang-orang di wilayah yang langganan banjir, di jalan utama/ jalan protokol yang drainasenya tidak ada sehingga banjir, orang-orang di sudut-sudut kota di pemukiman yang padat penduduk, ketika hujan datang ada yang kelagaban mengangkat pakaian, memasukkan motor, berteduh, tapi mamang tukang bakso, model, tekwan, jagung rebus, kacang rebus dan semua makanan yang hangat-hangat dan enak dimakan saat hujan turun, begitu hujan turun seperti sebuah bel pertanda bagi mereka yang bunyinya menandakan bahwa saatnya mencari uang menjajakan jualan dimulai, karena pasti banyak yang mau membeli dan tidak sayang mengeduk kantongnya untuk membeli makanan untuk menghangatkan badan, apalagi makannya bersama keluarga, sahabat, pacar, rekan kerja dan lain-lainya.

Yah walaupun masih saja ada yang mengeluh, tapi saya rasa lebih banyak yang bersyukur kedatangan berkah ini air yang datang bersamaan ini sungguh hujan yang indah, dan pastinya diiringi dengan pelangi yang menambahkan keindahan pada ujungnya.

Bagi Pecinta Penikmat Penunggu Hujan salah satunya adalah saya, adalah saat-saat yang menyenangkan ketika hujan turun dari langit ke bumi, menjadi suatu yang menggembirakan bagi saya dan pastilah iya juga bagi pecinta penikmat penunggu hujan yang lainya.

Mencium aroma tanah saat pertama kali kena hujan saat hujan pertama kali membasahi bumi, melihat daun-daun dan sekeliling basah perlahan seiring dengan datangnya hujan dari langit turun ke bumi pertiwi yang kita miliki dan cintai bersama ini, entah mengapa semakin banyak hujan turun dimulai dari tetesan demi tetesan yang jatuh dikepala di wajah di tangan dan samapi hujan gerimis lalu hujan lebat, itu menjadi hiburan tersendiri bagi saya seperti semua kenangan masa lalu diputar lagi dikepala saya dan terlihat jelas dimata saya dari yang biasa,sedih dan ditutup yang lucu dan yang paling akhir yang membahagiakan, suka diem sedih senyum sendiri pokoknya, seperti nikmatnya berkumpul dengan orang tua, keluarga, sahabat , teman-teman ,dan lain-lainnya.

Untunglah hujan selalu datang tidak pernah berhenti meski kemaraupun masih turun meski sedikit sekali.
Salam dari Pecinta Penikmat Penunggu Hujan bisa dikatakan menerjemahkan hujan.

2 komentar: