Kamis, 14 April 2016

Kemurnian Diri

Dongeng dalam Hidup
         Dalam kehidupan setiap insan manusia, pastilah pernah mendengar dongeng tau tentang dongeng di dongengkan oleh orang tuanya.Dongeng merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng merupakan bentuk cerita tradisional atau cerita yang disampaikan secara terun-temurun dari nenek moyang. Dongeng berfungsi untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik), dan juga menghibur.
             Itu kalo yang umummnya orang Indonesia ketahui, tapi secara singakat dan lebih umum lagi adalah suatu cerita khayalan untuk mengibur. Tapi menurutku karena didunia nyata tidak ada yang tidak mungkin jadi kalo ada yang bilang jangan mendongeng untuk dirimu sendiri saat kita menceritakan apa keinginan kita dimasa depan, berarti orang-orang ini tidak percaya dengan yang namanya kemungkinan dan ada kekuatan superduper besar diatas yang bisa menjadikan sesuatu yang dikira oleh manusia biasa adalah hal yang mustahil niscaya berhasil diwujudkan maka ia membuat itu benar-benar terjadi dengan syarat waktu yang tepat ia yang menentukan dan ia mau semakin besar keinginan kita harus semakin jauh lebih besar usaha kita pula.
            Semenjak di bangku kuliah beberapa tahun yang lalu, membaca mendengar menonton dan bertemu orang-orang hebat orang-orang besar, aku semakin yakin bahwa tak ada yang tak mungkin di dunia ini jika kita mau usaha lebih keras, ibadah yang rajin, do'a yang rajin, direstui orangtua, dan banyak membantu orang-orang disekitar kita. Sederhananya begini bagaimana kamu mau menjadi seorang Dosen kalo kamu kuliah malas-malasan, bagaimana kamu menjadi seorang pengusaha besar kalo kamu hanya bermalas-malasan dirumah, bagaimana kamu menjadi inspirasi bagi orang banyak jika kamu tak mampu me Manage dirimu sendiri, dan banyak hal lagi yang membutuhkan niat yang kuat, usaha yang keras, semangat yang besar, dukungan ibadah do'a restu orangtua dan orang disekitarmu.
             Kamu akan jadi apa yang kamu tekuni secara serius dan belum tentu kamu menjadi sesuai gelarmu. Kenapa aku bilang gini, karena menurutku gelar yang disandang seseorang yang ia dapatkan setelah menamatkan kuliahnya terlepas di PTN atau PTS, tidak dapat dijadikan acuan jadi apa ia nanti, misalkan ia tamatan dari Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik belum tentukan ia jadi Dosen di bidang itu,belum tentu pula ia menjadi sosilolog atau politikus, misalkan ia tamatan dari Fakultas Hukum belum tentukan ia jadi lawyer, misalkan ia tamatan Fakultas Ekonomi belum tentukan ia jadi ekonom, misalkan ia tamatan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan belum tentukan ia jadi guru atau dosen, misalkan ia tamatan Fakultas Sastra belum tentukan ia jadi Sastrawan, karena apa karena bisa jadi selama mereka kuliah mereka aktif di organisasi baik itu pergerakkan, kewirausahaan, maupun kedaerahan, bisa juga mereka melakukan kegiatan yang sangat amat jauh bertolak belakang dari Jurusannya ketika masih kuliah sekarang.

           Karena dalam Hidup ada yang namanya passion, dan lingkungan juga merupakan 80% yang dapat mempengaruhi kepribadianmu, maka seriuslah mencari ilmu, gali potensimu, kembangkan dirimu sebebas bebasnya asalkan tidak melanggar hukum negara adat agama dan tidak melanggar norma-norma yang ada.

        Jadilah dirimu sendiri, yakinkan bahwa berhasil atau tidak murni adalah tentang keputusanmu hari ini, bukan dari kritikan orang lain atau dongeng-dongeng yang orang-orang buat lalu mencertikan kepadamu sehingga kamu jadikan cita-citamu padahal tak sesuai denganmu.

Ketika terbangun dari tidurmu ada dua pilihan sederhana tapi berdampak besar bagimu kedepannya, pilihan itu adalah bangun dan mewujudkan mimpimu atau tidur dan terus bermimpi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar