Jangan simpan Ilmumu dan Hartamu hanya untukmu Sendiri
Ungkapan bahwa kalau semakin banyak kamu berbagi maka semakin banyak yang akan yang kamu dapat nantinya, saya sangat setuju dengan ungkapan yang ini bahwa apa salahnya sesuatu yang kita miliki sedikit banyak kita bagikan ke orang lain, toh tak akan membuat rugi apalagi menganggu keberlangsungan hidup kita malahan orang-orang itu akan berterimakasih berdo'a untuk kebaikkan kita kedepannya bahkan tak mereka ucapkanpun kebaikkan akan datang dari tempat yang tidak diduga dari orang lain dan Tuhan yang Maha baik sudah pasti menyukai hal-hal baik yang kamu lakukakan.
Dalam Agama apapu kepercayaan apapun saya kira tak ada yang tidak mengajarkan bahwa berbagi kepada siapapun akan membawa kebaikkan berbalas kebaikkan pula jika ikhlas dari hati, karena yang disampaikan dari hati akan sampai pula kehati. Seingat saya orang tua saya,kakek saya, Guru SMA saya, dosen saya bahwa gampang sebernarnya hidup ini asal kamu bisa nempatin diri kamu nak bersikap berakhlak baik dan suka membantu orang tanpa pamrih, pasti hidup kamu dimudahkan pula dan jadi orang besar.
Kalau sudah bekerja dan memiliki gaji berbagilah dengan uangmu kepada orangtuamu untuk meringankan beban mereka sehari-hari dengan membantu untuk membeli makanan sehari-hari, berilah uang jajan kepada adik-adikmu setidaknya akan mengurangi beban ekonomi keluargamu, kakak-kakakmu juga yang sedang meringankan beban ekonomi keluargamu dapat saling membantu denganmu juga keluargamu yang jauh, tetangga-tetanggamu dan semua orang disekelilingmu, tidak harus semuanya tidak harus dalam bentuk uang saat ada sumbangan saat ada yang meninggal dunia, ada yang kesulitan, terkena bencana bantulah mereka meski hanya puluhan ribu asalkan ikhlas dari hatimu akan bermanfaat banyak bagi mereka.
Kalau belum bekerja bantulah orangtuamu dengan tenagamu misalkan dengan mengantar atau menjemput mereka bekerja, mengantar jemput adik-adikmu yang masih kecil sekolah, setidaknya jangan jadi anak nakal dan berulah bertingkah aneh-aneh yang menyusahkan memalukan orangtuamu, mereka yang selalu menantimu dirumah dengan sabar selalu mendo'akanmu tak layak kamu kecewakan.
Kalau kamu mahasiswa atau mahasiswi jika kamu pintar dan tak banyak kegiatan dikampus atau diluar kampus maka segerakanlah kamu tamat, supaya lekas bekerja, setidaknya uang yang untuk membiayai kamu kuliah bisa orangtuamu pakai untuk makan sehari-hari, mebeli pakaian baru untuknya yang mungkin ia tunda selama kamu kuliah, karena takut kamu di DO ( di keluarkan ) karena tidak membayar uang smester.
kalaupun kamu mahasiswa atau mahasiswi yang banyak kegiatan didalam kampus maupun diluar kampus tetap kamu harus selalu memberi kabar kepada kedua orang tuamu jika pulang telat atau menginap karena semakin tua umur semakin mudah khawatir, janganlah menyusahkan mereka dengan memikirkan dimanakamu apakah kamu pulang atau menginap hari itu dan kuliahmu harus selesai meski tak 3,5 tahun meski tak Cumlaude.
kalaupun kamu mahasiswa atau mahasiswi yang tidak pintar namun banyak kegiatan didalam kampus maupun diluar kampus ( ini seperti saya ) kamu juga harus tetap bisa me manegement waktumu kapan untuk sendiri, kapan untuk kuliah, kapan untuk organisasi, kapan pulang ( waktu untuk orang tuamu dan keluargamu seperti adik kakakmu ) juga harus tetap teratur dan disiplin tinggi, janglah sampai di DO ( dikeluarkan ) karena kamu malas kuliah jarang masuk atau skripsi yang kamu abaikan.
saya selalu menggingat apa alasan saya kuliah dan untuk apa saya kuliah, setiap saya mau menyerah atau merasa lelah, teringat saya kuliah karena saya ingin menjadi orang pintar yang tidak dibodoh-bodohkan orang lain entah untuk alasan apapun itu, saya ingin mengangkat harkat dan martabat saya, orang tua saya, dan semua keluarga saya, saya ingin membanggakan mengangkat perekonomian keluarga, saya ingin berguna bagi Keluarga, Agama, masyarakat, bangsa dan negara ini , saya sudah sering dibantu masa si saya ngak mau jadi orang hebat orang sukses orang besar yang bisa bantu banyak orang.
pondasi-pondasi sederhana itulah yang saya yakinkan sebagai pengarah saya agar tak ikut ke arah negatif, sehingga saya mempunyai alur cerita sendiri yang meskipun berbeda dari orang-orang hebat sukses besar lainnya tapi sama-sama positif.
Dahulu saya sering mengurungkan niat dan menutup diri dan mencegah diri saya sendiri jika saya ada niat untuk mengajarkan orang lain karena saya fikir hanya orang-orang yang "Sempurna" lah yang boleh mengajarkan orang lain dan orang lain mau diajarkan olehnya tentang apapun itu, sampai suatu saat seorang teman mengatakan kepada saya dia bilang AYP kalo kamu menunggu sampai kamu merasa pintar merasa sempurna baru kamu mau bermanfaat menurut yang saya tau kamu bisa saja keduluan meninggal sebelum bermanfaat bagi banyak orang, disitu saya tertegun dan terfikir-fikir terus perkataannya, lalu saya mulai mau berbagi ilmu kepada orang lain disekitar saya, bahkan ada yang mendatangi saya untuk bertukar ilmu, ada juga minta diajarkan dan dari sana pula saya jadi senang bergaul secara positif seperti berorganisasi dan lain-lain, semakin saya berbagi saya rasakan kebermanfaatan diri saya dan manfaat balik ke diri saya yang jauh lebih banyak dari yang saya lakukan, mulailah saya mau dan diberi amanah dibeberapa organisasi. Tidak menyangka saya yang ketika SMA adalah anak IPA yang kebanyakkan Individual menjadi sosok pribadi yang suka bersosial terlepas memang didikan orang tua dan keluarga saya memang suka bersosial dan memiliki jiwa sosial yang tinggi, tapi sungguh saya benar-benar hijrah.
Salam Bahagia, Salam Berfikir,Salam Berbagi,