Rabu, 30 Maret 2016

Teruntuk Mahasiswa-Mahasiswi Semester Tingkat Tinggi

Teruntuk Mahasiswa-Mahasiswi Semester Tingkat Tinggi
      Ini kita saling mengingatkan ini juga sekalian menginggatkan diri saya pribadi, wahai mahasiswa-mahasiswi tingkat akhir tingkat tingkat tinggi, teruslah berjuang menyelesaikan kuliahmu di Universitas-universitas Fakultas-fakultas Jurusan-jurusan kebangaanmu kebangaan orang tuamu dan keluargamu itu.

     Ingatlah kamu adalah kebanggaan orang tuamu dan keluargamu, jadi jangan terlalu santai atau berlama-lama di kampus kalau tidak ada hal-hal yang benar-benar membutuhkan status mahasiswamu, masih banyak hal-hal kegiatan-kegiatan yang lebih menarik dari kampus, kampus itu miniatur kehidupan sebenarnya, miniatur artinya masih ada yang jauh lebih besar dari itukan, mari kita sama-sama berjuang selesaikan sesegera mungkin tamatkan kuliah ini.

     Siapa tahu diluar kampus banyak rezeki menunggu kita tetapi karena kita masih dikampus rezeki itu belum sampai ke kita, barangkali banyak juga yang ingin melanjutkan stratata 2 strata 3 sampai profesor kan artinya harus secepatnya selesai sarjana strata 1 ini, atau yang ada juga yang sudah punya target menikah di umur berapa bahkan sudah punya calonnya, atau ada yang ingin arround the world.

     Tapi ingat ilmu tanpa agama adalah sombong, jadi tetap harus memikirkan sisi agama juga jangan akademis saja, seimbangkanlah dunia dan akhiratmu, jadilah inspirasi untuk banyak orang jadilah orang yang berguna untuk banyak orang , bukankah orang yang paling baik adalah orang yang berguna bagi banyak orang.

     Nanti setelah tamat, kembalilah ke daerahmu masing-masing bangunlah daerahmu mulai dari para tetangga dekat rumahmu, berikan mereka pencerdasan dari ilmu-ilmu yang kamu dapat dari bangku kuliah selama ini, agar manfaat dari kuliahmu benar-benar terasa bagi sekitarmu, barulah setelahnya kamu bisa melebarkan sayap bahkan keluar negeri.

     Karena ilmu itu kalau tidak dibagikan ia tidak akan berkembang selama-lamanya akan tetap seperti itu, maka dari itu jangan sampai sudah lama-lama kuliah kita tak dapatapa-apa untuk dibagikan ke sekitar kita, semangat terus kawan-kawan dimanapun dan dari manapu kalian.

Jangan Lupa Ngobrol Dengan ibu&ayahmu

Sempatkan Waktu Ngobrol dengan Mereka
      Kenapa saya bilang jangan lupa ngobrol dengan orangtuamu, karena kamu tidak tahunkapan mereka akan meninggalkanmu selama-lamanya, karena sewaktu kecil kamu sering minta dia ngobrol dengan kamu dalam waktu lama meladeni pertanyaann-pertanyaanmu yang kamu ulang-ulang tanpa pernah ia mengeluh sedikitpun karena cinta Ibu&ayahmu terhadapmu.

        Kalau kamu punya waktu untuk seseorang yang kamu sebut pasanganmu atau pacar, mereka yang kamu sebut sahabat-sahabat,teman-teman, games, dan semua kesenangan pribadimu itu. Lalu apasalahnya kamu luangkan waktu 6 jam, atau 4 jam, atau 2jam, atau kurang dari 1 jam untuk ngobrol dengan mereka malaikat dari Tuhan yang menjagamu menyanggimu lebih dari dirinya sendiri, ia mereka ibu&ayahmu dirumah.

         Telefonlah mereka sekarang setiap hari-harimu, tidak mungkinkan kamu sibuk terus-terusan tidak sempat pegang hp, atau sekarang kan banyak media selain telfon sms, bbm, line, wa, ask.fm, atau fb untuk mengabari kamu lagi apa, lalu menanyakan mereka lagi apa, atau bisa kirim video atau skype dan lain-lain yang penting mereka tidak khawatir dengan keadaanmu diluar sana yang jauh dari nya, meski sekarang umurmu mungkin sudah kamu anggap dewasa tetapi percayalah kamu tetap anak kecil bagi ibu&ayahmu yang harus mereka perhatikan dan mereka tahu kabarmu meski tak banyak waktumu untuk mereka.

           Mereka kangen dengan kamu, suaramu, tawamu dan semua tentangmu mengerti wahai anak, saya tahu semua ini karena saya sudah bercerita dengan Ibu saya sampai menangis dengan ayah saya sampai mata kami berkaca-kaca, mereka bilang kami ini sudah tua mudah sekali khawatir kalo sudah melihat jam sore menuju malam, apalagi sudah lewat jam 7 anaknya belum ada kabar, di telfon ngak ngangkat, di sms ngak bales, dan lain-lain, saya sampai menangis mendengarnya menyesal rasanya, coba saya di posisi mereka.

        Semenjak saat itu saya usahakan selalu mengabari mereka malaikat-malaikat saya yang Tuhan berikan untuk saya, ibu&ayah saya. Telfon kalo lagi banyak pulsa, sms kalo lagi sedikit pulsa, pake soscmed kalo lagi ada wifi dan tidak ada pulsa, bahkan minjem hp teman kalo bener-bener kepepet.
percayalah cinta dan sayang mereka ibu&ayahmu kepadamu amat sangat jauh lebih besar dari yang kamu fikirkan dan yang kamu tahu.

Sebuah Pertanyaan Dalam Benak Seorang Mahasiswa Kritis??????

Pertanyaan Dalam Benak Mahasiswa Kritis
      Dalam suatu forum diskusi, kami yang menjadi inisiator dan anggota tetap saya usulkan untuk bergantian menjadi pemateri, agar kedepan tak perlu mencari pemateri dari luar walau kadang-kadang perlu juga sesekali narasumber dari luar kami. Seiring berjalannya waktu pertemuan ke pertemuan akhirnya saya mendapat giliiran menjadi pemateri untuk  pertemuan selanjutnya, saya bertanya pertanyaan yang entah dinilai sederhana atau terlalu tinggi, saya bertanya seperti ini singkatnya. apakah kalian masih ingat dengan Komunis di Indonesia ?.

    Lalu karena lama mereka menjawab, saya buka dengan bercerita begini saya ingin membahas tentang paham Komunis karena sepertinya banyak yang sudah lupa di Indonesia hari ini, lalu saya lihat kawan-kawan di organisasi internal maupun eksternal kampus yang memasang personal messages di BBM ataupun yang lain-lainnya menggunakan kata-kata Tan Malaka adapula yang sampai membeli buku Tan Malaka dan D.N. Aidit yang notabene adalah seorang tokoh besar dalam komunis termasuk penyebarluasannya di Indonesia.
      
     Sedang kawan-kawan ini adalah mahasiswa yang Tidak Bodoh dan saya kira jika sudah aktif di organisasi internal apalagi eksternal, tidaklah mungkin mereka tidak tahu siapa kedua tokoh itu dan apa aliran juga paham kedua tokoh itu bukan. Lalu kawan-kawan akhirnya setuju saya membahas ini tepatnya mereka bilang silakan saja kalo mau membawa materi tentang paham Komunis.

      Setelah saya melihat mereka menerima untuk diajak berdiskusi tentang ini, maka saya lontarkan pertanyaan ini : jika Indonesia disuruh memilih paham yang mana mau di pakai di Indonesia jika pilihanny adalah Komunis & Liberal??. Dari obrolan-obrolan sore-malam-pagi itu dapat saya simpulkan 50:50 pilihan mereka, yang artinya hari ini walau yang terlihat dipermukaan hanya Liberal tetapi sesungguhnya Komunis tetap ada, berkembang, dan memiliki penggagum tersendiri.

      Saya suka mengangkat tema yang lain dari yang lain, karena memang saya suka untuk berbeda saya tidak suka mengekor. Dan ketika tema yang saya angkat lain dari yang lain, unik bahkan terkadang aneh, malah pembahasan akan seru karena saya membuka sisi lain yang jarang dibahas sehingga seperti oase di padang pasir.

      Saya akan terus membahas tema-tema yang lain dari yang lain bersama teman-teman saya, teman di organisasi internal maupun eksternal agar saya menjadi pintar dan merekapun demikian, tidak menjadi orang-orang berfikiran sempit, ini tabu itu tabu lalu kapan mau berfikir luas dan mendalam, bukankah racun ular itu jika diolah biasa jadi penangkal bisa dari ular itu sendiri.

Perkenalan Diri

AYP Buddar
        Sebenarnya sudah lama sekali ingin membuat blog dan aktif di dunia blog, namun karena satu dan lain hal akhirnya baru 2016 ini terealisasi, saya terinspirasi dengan Raditya Dika yang menurut saya multitalent dan teryata ia juga suka ngblog, saya tau ketika saya nonton di youtube. Kemudian teman-teman saya seperti Deka&Deki si kembar yang punya blog dan cukup aktif, juga Idris akhmad, dan lain-lain.

        Saya sekarang masih mahasiswa dan sedang berjuang&berdo'a agar cepat lulus, sudah jadi mahasiswa semester tinggi sekarang, saya mahasiswa dan pribadi yang aktif baik di kampus maupun diluar kampus, karena ketika SD-SMA saya tidak aktif di organisasi hanya ikut satu organisasi jadi ketika kuliah saya putuskan untuk aktif berorganisasi untuk memperdalam ilmu juga mengembangkan potensi diri.

            Do'akan saya sukses luar dalam amin amin amin, sukses di organisasi, segera tamat kuliah, kerja yang halal dan berkah lalu bisa membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang, menjadi orang yang berguna bagi bangsa negara agama keluarga dan semuanya.

             Ketika saya aktif di organisasi saya ketahui bahwa ada cukup banyak "orang-orang yang saya sebut kaum pengkritik tanpa solusi"yaitu mereka yang mengatakan baik secara langsung maupun di belakang saya seolah-lah saya tidak tahu padahal saya tahu, mereka bilang : "kamu itu sok"an sibuk berorganisasi ini itu, padahal tak satupun di organisasi yang kamu ikuti kamu jadi orang penting disana" , kurang lebih begitulah inti dari ocehan-ocehan mereka.

          Padahal mereka tidak tahu banyak ilmu yang saya dapat di organisasi-organisasi yang saya ikuti itu, banyak peningkatan kemampuan dalam diri saya setelah saya aktif di organisasi, kuliah saya lebih aktif dan masih banyak lagi manfaatnya, bahkan sadar atau tidak ketika mereka merasakan manfaat dari saya dan batuan saya ke mereka itu juga gara-gara saya aktif di organisasi.

             Tapi sudahlah saya bukan orang yang suka berlama-lama mendendam, karena itu tidak pernah diajarkan oleh orang tua saya, guru-guru, dosen-dosen, dan lain-lain yang saya anggap mampu mengajarkan saya kebaikkan dalam agama pun tak diajarkan berlama-lama mendendam, yang saya tahu saya terus maju kedepan, selalu baik dimanapun dan kapanpun , kritikan atau apalah dari mereka saya jadikan sesuatu yang layak di ingat untuk motivasi saya maju kedepan, dan yang saya tahu orang baik selalu punya tempat dan Tuhan akan membalas kebaikkan dengan banyak kebaikkan di dunia dan akhirat.

            Kalau dilihat-lihat saya ini di bilang oleh yang sudah lama kenal keturunan Sekayu-Palembang-Chinese-Sunda, tetapi karena saya fasih berbahasa Sekayu&Palembang jadi secara umum yang orang tahu saya ini keturunan Sekayu&Palembang. Dari kecil saya tinggal di Sekayu Ibukota Kabupaten MusiBanyuasin, kemudian pindah ke Kota Lubuk Linggau, lalu pindah lagi ke Kabupaten Banyuasin suatu Kabupaten pemekaran dari MusiBanyuasin Jadi dari kelas 3 SD saya tinggal di Banyuasin ini, tapi salah satu yang membuat saya sering berpetualang ( Advanture ) adalah lokasi rumah saya lebih dekat ke Palembang jadi saya lebih sering main dan bergaul ke Palembang, di Banyuasin saya hanya main di sekitar rumah saja, lalu SMA saya sekolah di Palembang, lalu kuliah di Indralaya Ibukota Kabupaten Ogan ilir pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir yang kalau mau kuliah jalurnya Banyuasin-Palembang-Indralaya, jadi pergaulan saya banyak di Palembang&Indralaya.

                   Mungkin ini dulu perkenalan dari saya, nanti kita cerita-cerita lagi, Yakinkan apa yang kamu lakukan seperti iman, Usahakan dengan perbuatan niat baikmu, dan Do'akan untuk kebaikkan dirimu,keluargamu,agamamu,bangsamu,negaramu,dan semua orang disekelilingmu agar kamu jadi orang besar. Ingat untuk senyum Ingat bahagia semoga harimu penuh berkah dariNya.                    

Senin, 28 Maret 2016

Pengaruh kualitas SDM bagi kemajuan suatu peradaban

Betapa Pentingnya Manajemen SDM
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti Ilmu Administrasi Negara, Ekonomi, Psikologi dan lain-lain
Unsur utama MSDM adalah manusia.
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.

Untuk para manajer baru yang tugasnya berhubungan dengan banyak unit lain dalam perusahaan, maka ada baiknya ia pun mengenali fungsi dan tugas unit-unit itu. Beberapa perusahaan besar bahkan mengharuskan para manajer tersebut untuk mengikuti hands-on training di beberapa unit yang relevan. Ini pengalaman yang penting mengingat bahwa dalam tugasnya kelak sang manajer bakal berhubungan banyak dengan unit-unit tersebut sehingga perlu memahami pola kerjanya sedetail mungkin.
Dalam proses ini, yang bisa saja berlangsung sampai setahun, trainee yang bakal menduduki jabatan eselon manajemen ini berinteraksi de¬ngan banyak pihak; dengan kalangan pelaksana, penyelia, manajer, dan tak jarang pula dengan pimpinan perusahaan. Kerapkali momen sosialisasi seperti ini menjadi faktoryang turut mendu-kung kemajuan karir trainee tersebut.
Selain itu, pelatihan dalam bidang organisasi, komunikasi, maupun bidang-bidang lain yang menunjang ketrampilan manajemen, merupakan masukan berharga bagi calon manajer. Apa¬lagi bila materi pelatihan disajikan oleh praktisi-praktisi yang mengenai betul kondisi dan iklim kerja di perusahaan. Memang, sekali lagi, ini bentuk perhatian pada calon-calon manajer yang harganya tentu mahal.
Tetapi ini harus dipandang sebagai investasi perusahaan untuk memiliki jajaran manajer yang trampil, mampu, dan punya wawasan yang sejalan dengan cita-cita dan falsafah perusahaan. Dari sudut si calon manajer sendiri, ini merupakan perlakuan yang tentunya memperkaya pengetahuan dan kemampuan individualnya, yang pada gilirannya bisa berperan besar dalam menumbuhkan loyalitasnya pada perusahaan.


Banyak pula perusahaan yang menggunakan sistem mentor dalam program orientasi tenaga manajerial baru. Yang biasa dikaryakan untuk tugas mentor ini adalah para eksekutif senior. Cara ini memungkinkan manajer baru untuk lebih cepat mengenal medan. la pun akan menyerap informasi-informasi (dan “trick-trick”) dalam tugasnya yang mungkin tak bisa diperoleh melalui pola orientasi lain. Mentor akan memberi tahu titik-titik bahaya yang perlu dihindari, kesempatan-kesempatan mana yang bakal muncul dan dimanfaatkan, serta 100 hal-hal lain (kecil maupun besar) yang bisa membuat manajer baru lebih efektif lebih cepat.
Yang penting, si mentor memberi informasi tidak berdasarkan kerangka teoritis belaka tetapi sudah dicampurnya dengan unsur pengalaman dan kebijaksanaan yang diperoleh melalui proses kerja bertahun-tahun.
Tentunya perusahaan harus selektif dalam memilih mentor. Gunakan eksekutif-eksekutif atau tenaga senior lainnya yang benar-benar kompeten dan punya keinginan untuk membimbing tunas baru. Ini penting karena yang ditangani adalah kader-kader calon penerus perusahaan. Sikap dan cara kerja yang akan tumbuh pada mereka bisa banyak ditentukan oleh pengalaman dini yang dilewati semasa di bawah pengawasan dan bimbingan mentor.
Penting pula bagi manajer baru yang sedang dalam masa orientasi seperti di atas untuk memperoleh umpan balik yang cukup. Performance appraisal (penilaian karya) terhadap aktivitas kerjanya tiap 3 bulan selama satu atau dua tahun dinilai banyak ahli perusahaan sebagai tidak berlebihan. Tak perlu terlalu repot melaksanakan ini, cukup satu session tatap muka untuk mengutarakan apa yang telah dilakukan selama ini, mana yang dianggap benar atau efektif, mana yang kurang tepat, dan kira-kira apa yang bakal dihadapinya dalam waktu yang akan datang.
Memang, tampaknya cukup rumit untuk mengurusi orang yang baru memasuki sebuah perusahaan. Tetapi bila ini menyangkut tenaga yang dipandang penting oleh perusahaan (”bintang” begitu), maka mau tak mau upaya ini harus ditelusuri. Betapa tidak. Dalam suasana kompetitif seperti sekarang, Tenaga kerja yang baik pada dasarnya tak bisa dibeli; paling-paling hanya bisa “disewa” beberapa tahun saja. Oleh karena itu penting menumbuhkan rasa betah dan loyal pada dirinya, agar penyewaan terha-dapnya berlangsung terus.

Jadi mengapa Manajemen Sumber Daya Manusia menjadi suatu yang amat penting hari ini, karena keadaan hari ini adalah revolusi mental, pembangunan kepribadian serta apapun menyangkut pengelolaan manusia yang baik akan berdampak hasil yang positif pula, entah dari segi birokrasi pemerintahan, kemajuan perusahaan, keberlangsungan pendidikan serta masa depan yang cerah bagi bangsa dan negara yang kita cintai ini Indonesia agar dapat bersaing dalam persaingan global.