Pindah...Move...Hijrah....Beralih...
Tak pernah menyangka sebelumnya akan ada dijalan ini, jalan yang pada awalnya merasa apakah ini benar apakah sanggup apakah dapat beradaptasi dengan semuanya kedepannya, dahulu mempunyai cita-cita sama seperti anak-anak pada umumnya yaitu menjadi Dokter atau Polisi karena terlihat sangat gagah dan berguna bagi banyak orang. sehingga dari kecil saat ditanya mau jadi apa pastilah muncul dua profesi tersebut.
Sampai saat sekolah dasar masih cita-cita diantara dua profesi itu, kemudian berlanjut kesekolah menengah pertama mulailah sepertinya dunia teknik dan dunia politik serta dunia sosial menarik perhatian, walau pada saat itu belum terfikir apa cita-cita didalam dunia-dunia itu, di bilang dunia karena pastilah sangat luas jabarannya.
Sampai sekolah menengah atas mulailah sedikit terang arah kemana akan diambil untuk melanjutkan hidup lalu bekerja, mendapat arah benar-benar dari diri sendiri karena rata-rata teman-teman memilih setelah tamat sekolah menengah atas untuk bekerja saja tidak melanjutkan ke tingkat tinggi yaitu kuliah, malah ada juga yang memilih menikah muda, ketika kelas dua tante datang kerumah lalu bertanya gimana udah jelas mau kemana kedepannya ?, saat itu jawabannya karena di Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam tentu jawabannya adalah menjadi seorang dokter, sederhana karena ingin berprofesi yang bisa menolong banyak orang, berpenghasilan besar dan keren masih standar jawaban anak sekolah menengah ataslah , sementara kawan-kawan dari Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial banyak yang ke cita-cita menjadi Guru, Polisi, TNI, Pegawai Bank dan lain-lain
Tibalah saatnya tamat sekolah menengah pertama saatnya benar-benar memutuskan pilihan yang akan benar-benar menentukan, saat itu ingin sekali kuliah di tempat yang jauh sederhana si supaya lebih berkembang supaya banyak pengalaman, tapi Ibu berkata Kuliah yang dekat-dekat saja dulu nanti kalo sudah tamat S1 kamu baru mikir keluar dan bebas kemana aja kamu mau nerusin kuliahmu nak atau kemana aja kamu mau.
berkecamuk dalam hati dan fikiran kenapa belum diizinkan, dan semenjak kuliah sampai sekarang perlahan-lahan aku temukan sendiri jawaban-jawaban mengapa aku belum diizinkan dahulu untuk kuliah diluar diminta untuk kuliah diprovinsi yang menjadi tempat tinggal semenjak lahir sampai besar minum airnya menginjak tanahnya makan minum dan semua diatasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar