Jumat, 16 Desember 2016

Mesin Pengerak Pembangunan

“Mesin Penggerak Pembangunan”

Indonesia, sebuah negara kepulauan yang terkenal akan kekayaan alamnya. Cantiknya alam Indonesia mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pelancong dalam sektor pariwisata.
            Indonesia yang disebut dengan negara kepulauan ini terdiri dari gugusan pulau-pulau, mulai dari pulau yang berukuran kecil, hingga pulau yang berukuran besar. Banyaknya pulau inilah yang menyebabkan banyaknya provinsi di Indonesia. Tercatat tahun 2016, sudah ada 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Dari ribuan pulau yang ada di Indonesia, terdapat 5 pulau terbesar dan 2 pulau besar lainnya. Mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua serta Pulau Maluku dan Bali dan Nusa Tenggara. Pulau-pulau ini  memiliki rata-rata 2-4 Provinsi di tiap pulaunya. Seperti di Jawa, terdapat 6 (enam) provinsi, jumlah ini sama dengan di pulau Sulawesi. Berbeda halnya dengan pulau Maluku dan Papua yang memiliki 2 (dua) provinsi saja. Pulau Bali dan Nusa Tenggara mempunyai 3 (tiga) provinsi. Pulau Kalimantan tak jauh berbeda dengan mempunyai 5 (lima) provinsi. Sedangkan pulau Sumatera punya provinsi terbanyak yaitu 10 provinsi, dan apabila dijumlahkan, maka berjumlah 34 Provinsi.
            Banyaknya provinsi di Indonesia membuat tidak meratanya pembangunan yang ada di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa Ibukota Negara Indonesia bertempat di DKI Jakarta. Hal ini membuat pemerintah melakukan pembangunan yang terfokus di Pulau Jawa, khususnya di Jakarta dan sekitarnya, mengingat pentingnya bagi sebuah Ibukota sebuah Negara untuk maju.
            Pembangunan di daerah provinsi sangat diharapkan. Pembangunan di provinsi bisa di dapat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD); Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang di dapat dari Pajak&Retribusi; Pajak Restoran; Pajak Hotel; dan sebagainya. Dengan adanya APBD&PAD ini diharapkan agar setiap daerah provinsi ini dapat membangun daerahnya masing-masing.
            Selain ada APBD, di tingkat nasional juga ada yang dinamakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Seperti dilansir pada laman https://id.wikipedia.org APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN itu berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari-31 Desember).
            Menurut Buku I UU No. 14 Tahun 2015 tentang APBN Tahun Anggaran 2016 Pasal 1 ayat 13 menyatakan bahwa memungkinkan adanya transfer dana APBN ke daerah dengan maksud untuk mendanai pelaksanaan desentralisasi fiskal berupa Dana Perimbangan, Dana Insentif Daerah (DID), Dana Otonomi Khusus, dan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (www.anggaran.depkeu.go.id). Isi dari pasal di atas sesuai dengan fungsi distribusi APBN yaitu untuk menciptakan pemerataan atau mengurangi kesenjangan antar wilayah; untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan di daerah. APBN ini disalurkan ke masyarakat dalam bentuk subsidi, bea siswa, dan dana pensiun. Hal ini diharapkan dapat membuat pemerataan pembangunan di setiap provinsi yang ada di Indonesia.
            Pemerataan pembangunan sedang direalisasikan satu persatu di setiap provinsi. Salah satu pembangunan yang sedang berlangsung yaitu di provinsi Sumatera Selatan, yaitu pembangunan Palembang Light Rail Transit (LRT).



Sumsel.tribunnews.com

Palembang LRT adalah sebuah sistem Mass Transit dengan kereta api ringan yang sedang dibangun di Palembang dan menghubungkan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Kompleks Olahraga Jakabaring. Pembangunan Palembang LRT ini juga dalam rangka menyambut Asian Games 2018 di Palembang. Proyek senilai 7,2 trilyun rupiah ini dibiayai oleh Pemerintah Pusat melalui APBN dan penugasan konstruksi pada BUMN. Proyek Palembang LRT ini dimulai dari tanggal 20 Oktober 2015 sejak ditandatanganinya Perpres Nomor 116 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan di Sumatera Selatan.


www.antaranews.com
Proyek ini ditargetkan berakhir pertengahan 2018 atau sebelum Asian Games 2018 dimulai. Tujuan utama dibangunnya Palembang LRT ini adalah untuk mengantisipasi kemacetan yang diproyeksikan akan mengalami peningkatan secara signifikan pada tahun 2019 dan dalam waktu dekat akan diadakan  Asian Games 2018, dengan harapan dapat memudahkan mobilisasi dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ke Kompleks Olahraga Jakabaring.
            Pembangunan Palembang LRT ini dibiayai oleh Pemerintah Pusat melalui APBN dan penugasan konstruksi pada BUMN, sesuai dengan Fungsi Alokasi dan Fungsi Distribusi dari APBN yaitu membelanjakan pendapatan negara untuk pos-pos belanja bagi pengadaan dan jasa-jasa publik, serta pembiayaan pembangunan lainnya. Jadi, dana APBN dialokasikan untuk pembangunan daerah provinsi yang ada di Indonesia.


Seputarsumsel.com

            Proyek pembangunan Palembang LRT merupakan salah satu proyek pemerataan pembangunan di Indonesia yang menggunakan dana APBN. Dana APBN diharapkan dapat membantu pembangunan Indonesia di segala sektor, baik di sektor perekonomian, pertanian, transportasi, pariwisata, dan sebagainya. Seperti halnya pembangunan proyek LRT di Palembang yang diharapkan dapat membuat Palembang menjadi lebih baik, dan tentunya pembangunan yang mengarah ke kemajuan sangat di harapkan masyarakat Indonesia, untuk Indonesia lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar