Rabu, 30 Maret 2016

Sebuah Pertanyaan Dalam Benak Seorang Mahasiswa Kritis??????

Pertanyaan Dalam Benak Mahasiswa Kritis
      Dalam suatu forum diskusi, kami yang menjadi inisiator dan anggota tetap saya usulkan untuk bergantian menjadi pemateri, agar kedepan tak perlu mencari pemateri dari luar walau kadang-kadang perlu juga sesekali narasumber dari luar kami. Seiring berjalannya waktu pertemuan ke pertemuan akhirnya saya mendapat giliiran menjadi pemateri untuk  pertemuan selanjutnya, saya bertanya pertanyaan yang entah dinilai sederhana atau terlalu tinggi, saya bertanya seperti ini singkatnya. apakah kalian masih ingat dengan Komunis di Indonesia ?.

    Lalu karena lama mereka menjawab, saya buka dengan bercerita begini saya ingin membahas tentang paham Komunis karena sepertinya banyak yang sudah lupa di Indonesia hari ini, lalu saya lihat kawan-kawan di organisasi internal maupun eksternal kampus yang memasang personal messages di BBM ataupun yang lain-lainnya menggunakan kata-kata Tan Malaka adapula yang sampai membeli buku Tan Malaka dan D.N. Aidit yang notabene adalah seorang tokoh besar dalam komunis termasuk penyebarluasannya di Indonesia.
      
     Sedang kawan-kawan ini adalah mahasiswa yang Tidak Bodoh dan saya kira jika sudah aktif di organisasi internal apalagi eksternal, tidaklah mungkin mereka tidak tahu siapa kedua tokoh itu dan apa aliran juga paham kedua tokoh itu bukan. Lalu kawan-kawan akhirnya setuju saya membahas ini tepatnya mereka bilang silakan saja kalo mau membawa materi tentang paham Komunis.

      Setelah saya melihat mereka menerima untuk diajak berdiskusi tentang ini, maka saya lontarkan pertanyaan ini : jika Indonesia disuruh memilih paham yang mana mau di pakai di Indonesia jika pilihanny adalah Komunis & Liberal??. Dari obrolan-obrolan sore-malam-pagi itu dapat saya simpulkan 50:50 pilihan mereka, yang artinya hari ini walau yang terlihat dipermukaan hanya Liberal tetapi sesungguhnya Komunis tetap ada, berkembang, dan memiliki penggagum tersendiri.

      Saya suka mengangkat tema yang lain dari yang lain, karena memang saya suka untuk berbeda saya tidak suka mengekor. Dan ketika tema yang saya angkat lain dari yang lain, unik bahkan terkadang aneh, malah pembahasan akan seru karena saya membuka sisi lain yang jarang dibahas sehingga seperti oase di padang pasir.

      Saya akan terus membahas tema-tema yang lain dari yang lain bersama teman-teman saya, teman di organisasi internal maupun eksternal agar saya menjadi pintar dan merekapun demikian, tidak menjadi orang-orang berfikiran sempit, ini tabu itu tabu lalu kapan mau berfikir luas dan mendalam, bukankah racun ular itu jika diolah biasa jadi penangkal bisa dari ular itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar